A.
Konsep dasar sistem informasi berbasis
Pada
era global seperti zaman sekarang ini, keamanan system informasi pada internet,
harus lebih di perhatikan, karena dengan jaringan yang sifatnya public tidak
aman.
Kejahatan
cyber adalah suatu bentuk kejahatan virtual, yang memanfaatkan media computer yang
terhubung ke internet.
Kejahatan
yang terjadi berupa :
1. Pencurian
terhadap data.
2. Perubahan
terhadap data-data penting.
3. Akses
terhadap jaringan internal.
4. Pencurian
informasi dan berujung pada penjualan informasi.
B.
Ancaman dalam internet
Di
sisi pengguna computer pengguna dapat di susupi virus dan Trojan horse sehingga
data-data yang di dalam computer (nomor, PIN, kata sandi, dan kunci rahasia
lainnya) dapat di ubah dan di palsukan. Sebagai contoh data pengguna yang ada
di warnet yang bersifat umum dapat di sadap oleh pemilik warnet yang tidak
bertanggung jawab ketika dia mengetikan data-data melalui web.
Pengguna
melalui internet service provider (ISP) baik menggunakan modem, DSL dan cable
modem. ISP terhubung ke internet melalui network provider.
C.
Pelaku kejahatan internet
Tipe-tipe
dari perilaku ini di ambi dari dunia maya yang di ambil tujuan yang mnyimpang.
Ada
beberapa istilah dari julukan kejahatan internet ini :
a. Cracker
Adalah seseorang yang masuk secara illegal
ke dalam system computer. Cracker ini bisa di sebut hacker tapi dalam tujuannya
berbeda. Cracker adalh hacker yang merusak.
b. Phreaker
Adalah tindakan seseorng yang menyadap jarring
telepon pada badan pemerintahan dan menelepon interlokal gratis.
c. Carder
Adalah kelompok kejahatan yang
memanipulasi nomer kredit seseorang dan di ganti untuk kepentingan pribadi. Berbagai
virus para carder yang menyereng secar ganas. Tidak kurang dari situs-situs
besar yang mempunyai tingkat keamanan yang tinngi bisa di jebol seperti
internasional CNN.com, yahoo.com bahkan FBI dan Microsoft pun kena serangan
pula.
D.
Apilikasi system
informasi yang berbasis internet
1)
e-business
a) Pengertian
e-business
Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang
dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan
teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk
berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih
efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan
suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani
kepuasan pelanggan secara lebih baik.
E-business berkaitan
secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara
elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain
management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada
pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan
untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik
lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.
b) Manfaat e-business
a. Memperluas
pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global, sehingga
perusahaan bisa menjangkau lebih banyak
pelanggan, memilih pemasok terbaik, dan menjalin relasi dengan mitra bisnis yang dinilai paling
cocok.
b. Menekan biaya
menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan, dan mengakses I nformasi
berbasis kertas (paperbased information).
c. Memungkinkan
perusahaan untuk menerapkan mass customization terhadap produk dan jasanya.
d. Menekan waktu
antara pembayaran dan penerimaan produk/jasa.
e. Meningkatkan
produktivitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis.
f. Menekan biaya
telekomunikasi.
g. Manfaat-manfaat
lainnya, seperti citra yang lebih baik, layanan pelanggan yang lebih bagus,
proses yang lebih sederhana, mitra bisnis yang baru, waktu siklus dan
pengiriman yang lebih singkat, akses terhadap informasi yang lebih luas, biaya
transportasi yang lebih murah, dan fleksibilitas yang lebih tinggi.
h. Fenomena
jejaring (internetworking) memaksa perusahaan untuk bekerja sama dengan
berbagai mitra bisnis untuk dapat menawarkan produk atau jasa secara
kompetitif, sehingga kontrol kualitas, harga, dan kecepatan penciptaan sebuah
roduk atau jasa kerap sangat ditentukan oleh faktorfaktor luar yang tidak
berada di dalam kontrol perusahaan.
i. Pembeli atau
customer dapat dengan mudah melihat barang yang di produksi perusahaan tersebut
melalui internet, sehingga tidak repot harus ke tempat hanya untuk melihat
barang.
c)
Jenis-jenis e-business
1. Business-to-Business (B2B). Semua partisipan di dalam
B2B e-commerce
adalah pebisnis atau
organisasi lain. Sebagai contoh beberapa aplikasi Mark&Spencer’s
terdiri B2B dengan supplier. Saat ini, 85% dari volume EC adalah B2B
(Cunningham 2001).
2.
Business-to-consumer (B2C). Meliputi transaksi eceran (Retail transaction) dari suatu
produk dan jasa dari pebisnis ke pembeli individu. Tipe pembeli seperti di
Mark&Spencer online atau pada Amazon.com adalah customer atau consumer. EC
tipe ini disebut juga e-tailing.
3.
Business-to-business-to-Consumer (B2B2C). Tipe bisnis ini menyediakan produk dan jasa
untuk klien bisnis. Klien bisnis memelihara pelanggannya, yang dapat
sebagai karyawannya, untuk mana produk dan jasanya disediakan tanpa
menambahkan nilai tambah lainnya. Satu contoh adalah satu perusahaan yang membayar
AOL (American Online) untuk menyediakan karyawannya akses internet
(dari sekadar
4.
Consumer-to-business (C2B). meliputi individu yang menggunakan internet untuk menjual
produk dan jasa kepada organisasi, seperti layaknya seorang individu
mencari penjual untuk untuk menawarkan produk atau jasanya seperti yang mereka
inginkan. Priceline.com dikenal sebagai C2B organizer untuk beberapa
transaksi.
5.
Consumer-to-consumer (C2C). Dalam kategori ini, konsumen yang satu akan menjual
langsung kepada konsumen yang lain. Sebagai contoh seorang individu
menjual mobil, rumah (property), dan seterusnya dalam klasifikasi online.
Penawaran jasa individu melalui internet dan menjual pengetahuan dan keahlian secara
online adalah contoh dari C2C. Sebagai tambahan, banyak situs
pelelangan mengijinkan kepada perorangan/individu untuk menempatkan item-item
mereka untuk di lelang.
6. Mobile commerce (m-commerce).
Transaksi EC yang dilakukan secara penuh atau sebagian di dalam lingkunagn nirkabel (Wireless).
Sebagai contoh,
beberapa orang
yang diperlengkapi dengan cell phones, orang dapat melakukan order
buku dari amazon.com atau hal-hal yang berhubungan dengan
perbankan. Banyak aplikasi m-commerce terdiri dari perangkat bergerak
berbasis internet (Internet-enabled mobile devices).
7.
Intrabsuiness EC. Mencakup semua aktivitas internal organisasi yang meliputi pertukaran
barang, jasa, atau informasi diantara beberapa unit dan individu di dalam
8. Business-to-employees (B2E). Adalah
bagian dari Intrabisnis, dimana suatu organisasi mengirimkan jasa, informasi, atau produk
kepada karyawan
individu,
seperti yang dilakukan oleh Maybelline.
9. Collaborative
commerce. Ketika individu atau kelompok melakukan kolaborasi, mereka
akan tumbuh kedalam collaborative commerce. Sebagai contoh, rekan
bisnis di dalam suatu lokasi yang berbeda dapat mendesign produk mereka
secara bersamaan, menggunanakan screen sharing, atau mereka secara
bersama-sama memperkirakan jumlah permintaan dari suatu produk, seperti
yang dilakukan oleh Mark&Spencer dan suppliernya.
10. Nonbusiness
EC. Pertumbuhan jumlah dari institus non-profit seperti institusi akademik,
organisasi non-profit, organisasi kerohanian, organisasi social, dan agen-agen
pemerintah yang menggunakan EC telah menurunkan pengeluaran mereka atau
untuk meningkatkan proses operasi dan layanan kepada pelanggan.
12. E-Learning. Training atau edukasi yang disajikan secara
online. E-Learning
digunakan
secara mendalam di dalam suatu perusahaan untuk pelatihan karyawannya
(disebut e-training). E-Learning juga disebut sebagai universitas maya.
12.
Exchange-to-exchange (E2E). Merupakan Pasar Publik Electronik (Public
Electronic Market) diantara pembeli dan penjual.
13. E-Government.
Di dalam e-Government EC, entitas di dalam pemerintahan
membeli atau menyediakan barang-barang, jasa, atau
informasi kepada pelaku bisnis (G2B) atau kepada warganya (G2C).
2)
e-commerce
a) pengertian
e-commerce
Pengertian E-Commerce atau definisi e-commerce adalah kegiatan
komersial dengan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa
melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan
komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran
data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan
data otomatis.
Kegiatan e-commerce ini sebagai
aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan
transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply
chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online
marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing),
pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
b) Manfaat
e-commerce
1.
Manfaat e-commerce
bagi konsumen :
a. Electronic
commerce memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan
transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hamper setiap lokasi.
b. Electronic
commerce memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan mereka bisa memilih
berbagai produk dari banyak vendor.
c. Electronic
commerce menyediakan produk-produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan
dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.
d. Dalam beberapa
kasus, khususnya pada produk-produk yang digitized, electronic commerce
menjadikan pengiriman menjadi sangat cepat.
e. Pelanggan bisa
menerima informasi relevan secar detail dalam hitungan detik, bukan lagi menjadi
hari.
f. Electronic
commerce memungkinkan partisipasi dalam pelelangan maya (virtual auction).
g. Electronic
commerce memberi tempat bagi para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan
lain di electronic community dan bertukar pikiran serta berbagai pengalaman.
h. Electronic
commerce memudahkan persaingan yang pada akhirnya akan menghasilkan diskon
secara substansial.
2.
Manfaat
e-commerce bagi masyarakat :
a. Electronic
commerce memungkinkan orang untuk bekerja didalam rumah dan tidak banyak keluar
untuk berbelanja, akibatnya ini akan menurunkan arus kepadatan lalu lintas di
jalan serta mengurangi polusi udara.
b. Electronic
commerce memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih
rendah,sehingga orang yang kurang mampu bisa membeli lebih banyak dan
meningkatkan taraf hidup mereka.
c. Electronic
commerce memungkinkan orang di Negara-negara dunia ketiga dan wilayah pedesaan
untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa
Electronic commerce. Ini juga termasuk peluang untuk belajar berprofesi serta
mendapatkan gelar akademik.
d. Electronic
commerce memfasilitsi layanan public, seperti perawatan kesehatan, pendidikan,
dan pemerataan layanan sosial yang dilaksanakan pemerintah dengan biaya yang
lebih rendah, dan atau dengan kualitas yang lebih baik. Layanan perawatan
kesehatan, misalnya bisa menjangkau pasien daerah pedesaan.
3.
Manfaat
e-commerce bagi bisnis :
a. Perusahaan-perusahaan
dapat menjangkau pelanggan diseluruh dunia. Oleh karena itu dengan memperluas
bisnis mereka, sama saja dengan meningkatkan keuntungan.
b. E-commerce
menawarkan pengurangan sejumlah biaya tambahan. Sebuah perusahaan yang elakukan
bisnis diinternet akan mengurangi biaya tersebut tidak digunakan untuk gedung
dan pelayanan pelanggan (customer service), jika dibandingkan dengan jenis
bisnis tradisional.
Singkatnya dari semua yang telah
dijelaskan dibagian atas tersebut manfaat dan keuntungan yang didapatkan dari
E-COMMERCE adalah sebagai berikut :
1.
Bagi Konsumen :
harga lebih murah, belanja cukup pada satu tempat.
2.
Bagi Pengelola
bisnis : efisiensi, tampa kesalahan, tepat waktu.
3.
Bagi Manajemen
: peningkatan pendapatan, loyalitas pelanggan.
3)
e-government
a) Pengertian e-government
E-Government merupakan kependekan dari elektronik pemerintah. E-Governtment
biasa dikenal e-gov, pemerintah digital, online pemerintah atau pemerintah
transformasi.
E-Government adalah Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan system manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Atau E-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis.
E-Government adalah Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan system manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Atau E-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis.
b) Keuntungan e-government bagi rakyat
1.
Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasidapat
disediakan 24 jam, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor
. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke
kantor pemerintahan.
2. Peningkatan hubungan antara
pemeritah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan [transparansi
] maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik.
Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.
3. Pemberdayaan msyarakat melalui
informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi,
masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh,
data-data tentang sekolah; jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan
sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk
memilih sekolah yang pas untuk anaknya.
4.
Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien . Sebagai contoh,
koordinasi pemerintahan dapat
dilakukan melaluji e-mail atau bahkan vidio confernce.
5. Tenologi Informasi dan Komunikasi
yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-government membuat
masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program
yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.
6. e-government juga dapat mendukung pengelolaan
pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah
dengan sektor usaha dan industri.
7. Masyarakat
dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat oleh pemerintah sehingga dapat
memperbaiki kinerja pemerinta
8. Selain tampilan dan paduan warna yang
menarik, informasi-infromasi yang disajikan sangatlah lengkap dan up to date.
9. Terdapatnya informasi transportasi, informasi valuta asing, serta info tentang tinggi muka air.
10. Website ini mencakup banyak aspek seperti hukum, agama, sosial dan budaya, bisnis dan kawasan bisnisnya, pendidikan, dan sebagainya.
11. Semua terbuka untuk pemerintah dan masyarakat.
9. Terdapatnya informasi transportasi, informasi valuta asing, serta info tentang tinggi muka air.
10. Website ini mencakup banyak aspek seperti hukum, agama, sosial dan budaya, bisnis dan kawasan bisnisnya, pendidikan, dan sebagainya.
11. Semua terbuka untuk pemerintah dan masyarakat.
b) kerugian e-government
1. Semakin
bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya
cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government. Misalnya kasus
pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.
2. Kurangnya interaksi atau komunikasi antara
admin (pemerintah) dengan masyarakat, karena e- government dibuat untuk saling
berinteraksi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak lain yang berkepentingan.
3.
Kelemahan utama tentang e-government adalah kurangnya kesetaraan dalam akses
publik untuk keandalan, internet informasi di web, dan agenda tersembunyi dari
kelompok pemerintah yang dapat mempengaruhi dan bias opini publik.
4.
Pelayanan yang diberikan situs pemerintah
belum ditunjang oleh system manajemen dan proses kerja yang efektif karena
kesiapan peraturan,prosedur dan keterbataasan SDM sangat membatasi penetrasi
komputerisasi k dalam system pemerintahan
5. Belum
mapannya strategi serta tidak memaadainya anggaran yang dialokasikan untuk
pengembanngan e-government
6. Inisiatif
merupakan upaya instansi secara sendiri-sendiri, dengan demikian sejumlah
faktor seperti standardisasi, keamanan informasi, otentikasi, dan berbagai
alikasi dasar yang memungkinkkan interoperabilitas antar situs secara andal,
aman, dan terpercaya kurang mendapat perhatian
7. Kesenjangan
kemampuan masyarakat untuk mengakses jaringan internet
Materi ini di kutip dari :